Sabtu, 12 November 2011

Berdalih Rajia, Diduga Dishub Humbahas Negoisasi Dengan Pihak TPL

Berdalih Rajia, Diduga Dishub Humbahas Negoisasi Dengan Pihak TPL
HD-Doloksanggul
    Dinas Perhubungan dan Parawisata (Dishub) Humbang Hasundutan (Humbahas-red), di duga kuat melakoni praktek pungutan liar (pungli-red) dilapangan, rajia itu katanya  menjadi “ajang bisnis” bebarapa oknum PNS di Dishub dituding telah melakukan negoisasi dengan para pengusaha dan bahkan dengan pihak PT TPL Porsea .
Saat dikonfirmasi wartawan Kadishub melalui Kabid Lalin dan Aangkutan , Drs Tua H Gultom , Jumat (11/11) yang lalu, membenarkan bahwa pihak Dishub Humbahas telah melaksanakan rajia untuk, pemeriksaan kelengkapan izin trayek, izin usaha dan speksi kendraan roda empat dan truk logging,operasi itu disebut dengan operasi jera .
“ Hasil oprasi itu, tanggal 2 Juli 2011 sebanyak 325 lembar kertas tilang, dan 29 Martet 2011 sebanyak 42 lembar tilang  yang sudah disampaikan kepengadilan negeri Tarutung,   umumnya kasus buku speksi  dan STNK”, ujarnya.
“ Pelaksaan rajia, jelas didanai APBD Humbahas, dengan jumlah dana yang ditampung kurang lebih Rp 100 Juta, dan sudah kita cairkan untuk tribulan I,II,III dan untuk triwulan IV masih proses pencairan. Jadi dengan dana yang tersedia di APBD TA 2011 tersebut, itulah yang dipergunakan untuk keperluan rajia , bukan dari hasil pungutan liar dilapangan dan tidak ada pungutan liar”.
“ Kalau ada yang mengatakan, kita melakukan pengurangan valume rajia untuk keuntungan, saya pikir itu tidak ada, bahkan untuk pelaksanaan rajia saya dituding melakukan pengurangan volume rajia yang seharusnya satu trwulan itu lamanya 10 hari, itu dilaksanakan sesuai jumlah hari yang tertera, bahkan tidak ada potongan yang kita lakukan terhadap anggota yang turut melaksanakan rajia”.
Disoal tentang dugaan Dishub melakukan negoisasi dengan pengusaha kendaraan Bermotor dan pihak PT TPL Porsea , Gultom membantah “ Dishub tidak ada melakukan pungutan liar dan melakukan negoisasi dengan penguhasa kendaraan. Dan itu tidak benar kenyataan seperti itu, kalau ada kendaraan yang tidak dilengkapai dengan surat kendaraannya, tetap kita ambil tindakan”,.
Terkait dengan bebrapa oknum yang melakukan kunjungan kerja tampa di dukung nota tugas dari Kadishub, dengan alasan melakukan sosialisasi dengan PT TPL Porsea, Kabid Lalin ini membenarkan keberangkatan Dishub ke PT TPL tanggal 8 Agustus 2011, “ adapun kedatangan kita kesana, bukan untuk melakukan negoisasi dengan pihak PT TPL , jelas Dishub diundang oleh PT TPL  kesana, namun kalau mengenai surat nota tugas yang diberikan oleh pimpinan, itu saya tidak mengetahuinya, yang penting saya berangkat untuk sosialisasi”.  
   Ditempat terpisah, Sekretaris LSM MPPK2N Dompak Hutasoit,saat di konfirmasi wartawan Jumat (11/11) di Dolok Sanggul, menyayangkan tindakan rajia itu, diduga sebagai alat untuk menakut nakuti pihak PT TPL , ujung ujungnya berahir di pembicaraan negoisasi, kalau ini benar kenyataannya, wajib hukumnya Kadishub dan Oknum Kabid itu segera diganti.
 “ Kalau dikatakan anggaran pelaksanaan rajia yang di tampung di APBD , bisa dikatagorikan Penghamburan uang negara, yang paling tidak bisa ditelorir, mengunakan uang negara untuk melakukan praktek Korupsi serta negoisasi untuk keuntungan beberapa oknum di Dishub”,Umpatnya.
          “ out put yang diharapkan dari rajian ini, adalah untuk ketertiban terhadap kendraan , secara khusus untuk truk logging supaya muatan tidak melebihi tonase , namun truk logging tettap saja mutannya over tonase. Lantas kenapa disaat pertama pelaksanaan rajia banyak yang ditilang truk loggging, namun sekarang truk logging itu, bebas tanpa batas”.
         Diharapkan Dishub Humbahas, jangan sesekali melakukan Negosiasi dengan dengan pihak TPL untuk keuntungan beberapa oknum, demkian juga halnya untuk   Polres Humbanghas supaya turut serta melakukan rajia,sebab diduga kuat 80 persen pengangkuatan truk loging TPL tidak memperpanjang pajak STNK kenderaan truk logging, pinta Dompak.(one)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar